Beberapa waktu belakangan Alesya sedang suka sekali dengan kegiatan mencuci tangannya sendiri. Sebelumnya, ia selalu mencuci tangan di kamar mandi dengan aku sirami air dari gayung atau aku gendong untuk mencuci tangan di wastafel. Tapi karena memang beberapa waktu belakangan aku menempatkan kursi di samping wastafel, agar ketika mencuci piring aku dapat sambil duduk, Alesya pun berinisiatif untuk mencuci tangannya sendiri di wastafel dengan naik ke kursi tersebut.
Karena ia sudah mampu naik ke atas kursi sendiri walaupun tinggi, membuka dan menutup kran air, menekan botol sabun cuci tangan, hingga mengelap tangannya dengan serbet, kini ia sama sekali tidak ingin dibantu. Ia selalu menolak ketika aku berusaha membantunya, ya aku sebenarnya membantu agar ia mencuci tangan lebih cepat, bukan karena ia tidak bisa, hehehe.
Kegiatan mencuci tangan ini termasuk ke dalam area Practical Life Excercise bagian Care of Self kalau dalam Montessori. Alhamdulillah Alesya sudah mampu melakukannya dengan baik. Konsekuensinya ketika berurusan dengan air, memang proses mencuci tangan menjadi lebih lama, ia bisa bolak-balik mengambil sabun lalu mencuci tangan. Aku harus maklum dengan sifat alami anak-anak seperti itu huhu, kadang memang gemas liatnya. Apalagi ketika ada piring atau gelas kotor yang belum dicuci, ia akan berinisiatif untuk mencucinya. Tadi pagi bahkan ia tidak selesai-selesai 'mencuci gelas' selama aku menjemur pakaian sampai selesai. x>^%$^^$%^
Tapi meskipun senang main air adalah sifat alami anak, aku tetap harus mengarahkannya. Aku selalu mengingatkannya untuk segera menyelesaikan cuci tangan. Aku mengatakan tangannya sudah bersih, tidak perlu disabuni lagi. Di lain waktu, aku mengatakan kegiatan apa yang selanjutnya akan kami kerjakan. Atau aku mulai sisipkan pemahaman bahwa tidak boleh membuang air, nanti airnya habis. Aku menganggap ia akan paham mengenai 'air habis' apalagi ketika di jam-jam tertentu memang aliran air PDAM sangat kecil sekali bahkan mati. Ia mengalami langsung hal tersebut.
Mengenai bagaimana Alesya mampu mencuci tangannya sendiri dengan baik, hasil pengamatanku ia lebih banyak mempelajari secara visual. Ia mengingat dan melakukan praktek yang sudah dilakukan bersamaku dibandingkan apa yang aku katakan. Seperti hari ini ketika tidak ada kursi di dekat wastafel, ia mengambil sendiri kursi jongkok, yang kemarin aku letakkan dekat wastafel untuk mengganti kursi dudukku yang terlalu tinggi untuknya. Selebihnya, gaya yang ia tunjukkan lebih mengarah ke auditori dan kinestik seperti biasanya. (Tabel pengamatan ada di google drive)

No comments:
Post a Comment
Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...