Sejujurnya, dengan adanya level ini sangat membantuku untuk lebih semangat menstimulasi Alesya agar suka membaca. Aku dan suami sayangnya bukanlah seorang pecinta buku. Dulu, waktu sekolah dan kuliah sebenarnya aku senang membaca, aku pun sering menghabiskan waktu di perpustakaan. Namun seiring waktu berjalan, karena aku tidak memprioritaskan keuanganku untuk membeli buku (bahkan dulu rasanya sayang sekali kalau harus beli, pun juga malas beli karena tidak punya space untuk rak buku huhu), aku pun jadi semakin sulit datang ke perpustakaan hingga semakin lama aku semakin jarang membaca buku. Terutama karena semakin aktif di social media dan semakin canggih HP yang aku punya, aku pun menjadi lebih sering membaca di HP, baik itu berita online, blog, ataupun ebook. Jadi aku semakin jauh dari buku.
Lalu setelah ada Alesya, aku mulai bersemangat untuk belajar semua hal tentang parenting. Tetap saja, yang kuutamakan adalah membaca melalui HP. Aku banyak mengikuti kuliah whatsapp, mengobrol di support grup, lalu membeli ebook. Jika sudah mentok buku yang ingin aku pelajari tidak ada ebooknya, baru lah aku membeli buku fisiknya hehe. Jadi memang minat bacaku ada, hanya saja terbiasa pelit membeli buku *tutupmuka*. Namun begitu, aku tetap ingin Alesya lebih baik dariku, aku ingin minat bacanya lebih besar dariku agar ia mudah dalam mempelajari apapun yang ingin ia pelajari nantinya.
Caraku mestimulasi minat baca Alesya sedari ia bayi, tentu saja melalui buku fisik, karena memang usianya yang belum memungkinkan untuk terpapar screen. Aku mulai membeli buku yang sesuai dengan tahapan usianya, lalu membeli rak buku agar dapat menyusun buku dengan rapih sehingga semakin menarik minat Alesya. Hal ini pun memudahkanku mendorong Alesya untuk mengambil dan mengembalikan bukunya sendiri tanpa bantuan.
Flashback ke usaha-usahaku untuk membacakan buku pada Alesya, dulu ia sulit sekali fokus untuk mendengarkan. Ia selalu ingin memegang bukunya dan membolak baliknya sendiri. Saat ia sudah bisa mendengarkan, hal itu hanya bertahan sebentar lalu ia akan sibuk kembali dengan buku-bukunya sendiri. Aku pun menanyakan hal ini pada orang-orang yang lebih paham, menurut mereka memang itu adalah sikap anak yang wajar karena memang Alesya masih dalam fase eksplorasi dan memahami segala sesuatu dengan ke-semua indera nya khususnya peraba. Pandangan lain yang kudapat adalah, dalam menumbuhkan minat baca anak, ikutilah ketertarikannya. Misal, ketika ia fokus hanya pada satu buku dan tidak ingin buku yang lain, tetap lah bacakan buku itu dan tidak memaksa dengan memberikan buku lain. Ketika ia fokus hanya pada satu halaman, tetaplah pada halaman itu jangan memaksanya untuk pindah karena kita ingin membacakan buku sampai selesai.
Oke next mengenai tantangan hari ini, jadi kebetulan sebelum pertemuan Game Level 5 kemarin, Alesya memang sedang tertarik kembali dengan buku Cilukba. Buku ini sebetulnya sudah ia miliki sejak usia 4 bulan, kondisinya pun sudah cukup mengenaskan hehe. Ada halaman flip-flap yang sudah dirobek olehnya sendiri. Tapi ia tetap menyukai buku ini sejak dulu, begitu pun saat ini sedang kembali menyukainya. Ia selalu memintaku membacak untuknya. Sesekali ia menyebutkan gambar orang yang ada di buku sebagai aku (ummi), abi, dan adik. Kadang ia pun tidak ingin pindah halaman. Aku berusaha mengikutinya. Hingga ada satu waktu ia membaca buku itu sendiri, ia sudah hafal narasi yang biasa kubacakan dengan gambar yang ada di buku. Masya Allah Tabarakallah, sungguh perjalanan panjang dalam memberi stimulasi ini, tapi akan ada hasil yang sangat mengharukan ketika kita ikhlas menjalaninya.
Sebagai orang tua, aku masih sangat lalai. Banyak kekurangan yang masih aku lakukan dalam menstimulasi Alesya, terutama dalam hal konsistensi. Semoga aku semakin mampu memperbaiki diri dan memberikan yang lebih baik untuknya.


No comments:
Post a Comment
Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...