Matematika memang menjadi momok menakutkan bagi banyak orang, maka itu ketika ada seseorang yang nilai matematikanya bagus otomatis akan dianggap pintar. Menurutku tidak salah memang, karena ketika kemampuan menyesaikan soal-soal matematika kita baik, maka tandanya kemampuan berpikir logis kita pun baik. Meskipun jika dikaitkan dengan teori kecerdasan majemuk, kecerdasan matematis ini hanya salah satu dari 7 jenis kecerdasan.
Kemudian karena anggapan bahwa bisa matematika itu adalah pintar, akhirnya banyak orang tua yang menggegas anak agar bisa berhitung sejak dini. Menurutku ini pun tidak salah memang, hanya kadang kita lupa memikirkan anak apa ia menikmati pembelajarannya atau tidak. Kita mungkin juga menjadi frustasi ketika merasa anak tidak bisa-bisa, padahal kita yang lupa menyiapkan banyak bekal agar anak mampu mengikuti pelajari matematika itu sendiri. Misalnya saja yang paling simpel adalah memberi kesempatan anak untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalahnya sendiri. Sehingga kemampuam berpikirnya terasah dengan baik.
Banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk menyiapkan anak agar mampu mempelajari matematika, karena memang benar matematika ada di sekitar kita. Aku sendiri menerapkan metode montessori di rumah dengan Alesya, yang kegiatan-kegiatannya memang secara tidak langsung mapun langsung menyiapkan anak untuk mempelajari matematika nantinya tanpa langsung dikenalkan dengan angka dan berhitung.
No comments:
Post a Comment
Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...