Aku termasuk yang tidak mau menggegas Alesya belajar calistung. Pun di Montessori banyak step yang harus dilewati dahulu agar anak menguasai skill-skill yang mendukung sebelum ia mempelajari calistung. Masih panjang perjalanan membentuk konsentrasi Alesya dan menggugah kemauannya untuk mengikuti instruksi dengan baik. Aku lebih fokus membangun pondasinya dulu, jadi calistung masih aku kesampingkan saat ini.
Alesya sendiri sudah dapat berhitung 1-10, ia sering mengulang-ulangnya tanpa diminta, seperti ketika ia sering menyanyi sendiri, begitu pun berhitung. Ia sudah paham konsep 1 dan 2. Sering ia membagi benda atau makanan dengan berkata, "Ummi satu, Esya satu." Atau ia menyebutkan, "Ini ada 2," ketika benda tertentu ada 2. Hanya itu saja. Konsep 1 dan 2 ini ia paham dengan sendirinya tanpa aku ajari. Terkadang memang ia bingung ketika ada benda yang jumlahnya banyak, lalu aku pun hanya membantunya berhitung tanpa memberi pengajaran khusus atau berekspektasi ia segera paham konsep 3 dst.
Lagi lagi, setiap anak berbeda, setiap orang tua pun punya caranya sendiri. Semua pengajaran yang kita lakukan yang paling penting adalah menyenangkan untuk anak-anak agar menumbuhkan kecintaannya, bukan hanya sekedar agar ia bisa.
No comments:
Post a Comment
Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...