Menjelang bulan puasa, banyak hal yang kami bicarakan. Terutama mengenai jadwal mudik tahun ini ke Lampung, kampung halaman Mama suami.
Setelah menikah kami sepakat untuk bergiliran tempat merayakan Idul Fitri antara di Tangerang dan Lampung. Tahun ini giliran kami akan ke Lampung. Dua tahun lalu kami masih berdua dan Alesya masih di dalam perutku. Sehingga tidak banyak yang kami pertimbangkan. Sementara kali ini, sudah ada Alesya dan calon adik Alesya di dalam perutku.
Sebelumnya suami sendiri yang bilang padaku lebih baik kami menginap di hotel. Karena kondisi kamar yang sepertinya sudah tidak cukup kami yang sudah ada Alesya. Memang cukup ekstrim buatku pribadi sebagai keluarga yang baru masuk hehe, dua tahun lalu itu total orang yang menginap di rumah peninggalan kakek suami sekitar 40 orang, masih ada 10 orang lainnya menginap di hotel. Memang rumahnya cukup besar, kamar-kamar dibagi hanya untuk keluarga saudara-saudara laki-laki Mama, kemudian ada dua kamar super besar yang menjadi kamar untuk keluarga Mama beserta saudari-saudari perempuannya. Yang kemudian dipisahkan satu untuk para laki-laki dan satu untuk para perempuan.
Sudah jelas memang kamar semakin terasa sempit karena banyak keluarga yang bertambah. Namun ketika beberapa waktu lalu aku konfirmasi ke suami rencana kami menginap di hotel, suami jadi ragu. Alasannya takut tidak dibolehkan ibu. Mobil kami pun hanya satu yang menjadi kendaraan untuk keluarga suami juga selama di Lampung nanti. Suami jadi berpikir akan repot urusan transportasinya.
Mengkomunikasikan hal ini memang butuh seluruh kaidah komunikasi produktif digunakan. Juga butuh solusi-solusi yang harus aku persiapkan untuk didiskusikan bersama suami.
Lalu semalam aku memberanikan diri untuk berkomunikasi kembali dengan suami.
"Bi, aku jadi kepikiran. Kalau kita nginep di rumah Lampung, kebayang tiap malem Alesya rusuh, di saat semua orang udah capek dan mau tidur, dia masih seger sendirian. Masih ngajak main, lari sana sini, ngoceh berisik. Tau sendiri kan mana ada capeknya dia, abis seharian keliling gak tidur siang juga tetep aja tidur malemnya susah. Kebayang kan itu di kamar bareng banyak orang, udah capek semua tapi Alesya masih seger. Ya kita bisa ngomong namanya juga anak kecil, tapi kan tetep aja merasa terganggu, apalagi ada Uwak yang udah gak tau ngurus anak kecil. Duh aku pusing sendiri bayanginnya."
"Iya sih, Uwak kan juga lagi balik lagi jadi anak kecil." Kata suami spontan. Uwak itu adalah kakak tertua ibu. Usianya sudah sepuh.
"Nah kan. Mana bisa Bi Alesya nginep di situ. Aku gak enak kalau Alesya berisik gak mau tidur malem-malem."
"Ya gimana. Jadi mobil di sepatan bisa dipake gak?"
"Aku udah ngomong sama Mama, gak apa-apa mobil kita bawa ke Lampung. Jadi kan enak kita bisa bawa satu mobil sendiri. Lagian juga lebih nyaman, gak kepenuhan. Mama kamu bawa barang apa juga jadi leluasa. Ya emang sih pasti bengkak budget kita, tapi gimana ya demi kebaikan bersama. Aku bener-bener gak enak kalau banyak yang ngerasa keganggu karena Alesya aktif banget. Yang pada punya anak kecil kan juga selama ini lebih memilih nginep di hotel. Kalau masalah Mama kamu, pasti paham kok kamu jelasin kondisinya. Mama kan juga paham Alesya gimana."
"Nah, untung kan aku masih bertahan dulu di kantor biar dapet THR." Balas suami lumayan panjang tapi beda fokus haha.
"Yaiya Alhamdulillah. Jadi kita tinggal pastiin aja di hotel berapa hari, kapan sampe kapan. Kalau bisa dari sekarang-sekarang aku pesen takut nanti susah jadi kejauhan dapetnya."
"Iya nanti dipastiin dulu kapan berangkatnya. Yang penting nanti di hotel kita cuma tidur aja. Pagi-pagi kita udah ke rumah, malem mau tidur baru balik lagi ke hotel."
"Iya emang yang penting buat tidur malem aja. Makanya aku cek kemarin masih banyak pilihan yang deket banget dari rumah."
"Yauda nanti aku pastiin."
Akhirnya kami pun sepakat. Saling mengerti dan memahami. Sebagai manager keuangan, berat memang untukku perhitungannya, tapi balik lagi ke pertimbangan yang sudah kami komunikasikan, Insya Allah ini yang terbaik. Untung saja jeda 2 tahun sekali Idul Fitri ke Lampung nya hehehehehe.
Setelah menikah kami sepakat untuk bergiliran tempat merayakan Idul Fitri antara di Tangerang dan Lampung. Tahun ini giliran kami akan ke Lampung. Dua tahun lalu kami masih berdua dan Alesya masih di dalam perutku. Sehingga tidak banyak yang kami pertimbangkan. Sementara kali ini, sudah ada Alesya dan calon adik Alesya di dalam perutku.
Sebelumnya suami sendiri yang bilang padaku lebih baik kami menginap di hotel. Karena kondisi kamar yang sepertinya sudah tidak cukup kami yang sudah ada Alesya. Memang cukup ekstrim buatku pribadi sebagai keluarga yang baru masuk hehe, dua tahun lalu itu total orang yang menginap di rumah peninggalan kakek suami sekitar 40 orang, masih ada 10 orang lainnya menginap di hotel. Memang rumahnya cukup besar, kamar-kamar dibagi hanya untuk keluarga saudara-saudara laki-laki Mama, kemudian ada dua kamar super besar yang menjadi kamar untuk keluarga Mama beserta saudari-saudari perempuannya. Yang kemudian dipisahkan satu untuk para laki-laki dan satu untuk para perempuan.
Sudah jelas memang kamar semakin terasa sempit karena banyak keluarga yang bertambah. Namun ketika beberapa waktu lalu aku konfirmasi ke suami rencana kami menginap di hotel, suami jadi ragu. Alasannya takut tidak dibolehkan ibu. Mobil kami pun hanya satu yang menjadi kendaraan untuk keluarga suami juga selama di Lampung nanti. Suami jadi berpikir akan repot urusan transportasinya.
Mengkomunikasikan hal ini memang butuh seluruh kaidah komunikasi produktif digunakan. Juga butuh solusi-solusi yang harus aku persiapkan untuk didiskusikan bersama suami.
Lalu semalam aku memberanikan diri untuk berkomunikasi kembali dengan suami.
"Bi, aku jadi kepikiran. Kalau kita nginep di rumah Lampung, kebayang tiap malem Alesya rusuh, di saat semua orang udah capek dan mau tidur, dia masih seger sendirian. Masih ngajak main, lari sana sini, ngoceh berisik. Tau sendiri kan mana ada capeknya dia, abis seharian keliling gak tidur siang juga tetep aja tidur malemnya susah. Kebayang kan itu di kamar bareng banyak orang, udah capek semua tapi Alesya masih seger. Ya kita bisa ngomong namanya juga anak kecil, tapi kan tetep aja merasa terganggu, apalagi ada Uwak yang udah gak tau ngurus anak kecil. Duh aku pusing sendiri bayanginnya."
"Iya sih, Uwak kan juga lagi balik lagi jadi anak kecil." Kata suami spontan. Uwak itu adalah kakak tertua ibu. Usianya sudah sepuh.
"Nah kan. Mana bisa Bi Alesya nginep di situ. Aku gak enak kalau Alesya berisik gak mau tidur malem-malem."
"Ya gimana. Jadi mobil di sepatan bisa dipake gak?"
"Aku udah ngomong sama Mama, gak apa-apa mobil kita bawa ke Lampung. Jadi kan enak kita bisa bawa satu mobil sendiri. Lagian juga lebih nyaman, gak kepenuhan. Mama kamu bawa barang apa juga jadi leluasa. Ya emang sih pasti bengkak budget kita, tapi gimana ya demi kebaikan bersama. Aku bener-bener gak enak kalau banyak yang ngerasa keganggu karena Alesya aktif banget. Yang pada punya anak kecil kan juga selama ini lebih memilih nginep di hotel. Kalau masalah Mama kamu, pasti paham kok kamu jelasin kondisinya. Mama kan juga paham Alesya gimana."
"Nah, untung kan aku masih bertahan dulu di kantor biar dapet THR." Balas suami lumayan panjang tapi beda fokus haha.
"Yaiya Alhamdulillah. Jadi kita tinggal pastiin aja di hotel berapa hari, kapan sampe kapan. Kalau bisa dari sekarang-sekarang aku pesen takut nanti susah jadi kejauhan dapetnya."
"Iya nanti dipastiin dulu kapan berangkatnya. Yang penting nanti di hotel kita cuma tidur aja. Pagi-pagi kita udah ke rumah, malem mau tidur baru balik lagi ke hotel."
"Iya emang yang penting buat tidur malem aja. Makanya aku cek kemarin masih banyak pilihan yang deket banget dari rumah."
"Yauda nanti aku pastiin."
Akhirnya kami pun sepakat. Saling mengerti dan memahami. Sebagai manager keuangan, berat memang untukku perhitungannya, tapi balik lagi ke pertimbangan yang sudah kami komunikasikan, Insya Allah ini yang terbaik. Untung saja jeda 2 tahun sekali Idul Fitri ke Lampung nya hehehehehe.

No comments:
Post a Comment
Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...