Pagi ini Alesya bermain dengan baik, tidak sulit memintanya untuk merapihkan mainannya kembali. Proses yang kadang mudah kadang sulit ini memang sesuatu hal yang wajar. Lagi-lagi yang paling penting adalah konsistensi untuk terus dilakukan agar tertanam menjadi kebiasaan.
Dalam melatih kemandirian Alesya ini, menjadi proses pembelajaran tersendiri buatku. Sejujurnya aku bukan tipe orang yang rapih. Terkadang aku masih tidak disiplin meletakkan barang sesuai tempatnya. Dengan melatih Alesya, aku pun melatih diriku sendiri. Aku sadar, pengajaran tidak akan maksimal tanpa percontohan. Anak bukanlah pendengar yang baik, tapi sejatinya ia adalah peniru ulung.
Cerita lainnya hari ini, ketika akan mandi, Alesya mampu membuka semua pakaiannya sendiri dengan sedikit arahan. Ceklis lagi untuk kemandiriannya di aspek lain.
Lalu saat sedang bermain, Pakde dan Budenya datang ke rumah. Hari ini Abi Alesya memang akan mengantarkan mereka untuk mengambil souvenir pernikahan mereka di Cipinang. Aku dan Alesya tidak ada rencana ikut. Tapi bisa ditebak, Alesya meminta ikut. Abinya langsung merespon.
"Alesya di rumah aja sama Ummi ya. Ummi kan gak ikut."
"Ikut Abi..." Pintanya. Ia pun segera mendekati dan duduk di pangkuan Pakdenya. Tanda keteguhan ia ingin ikut dan tidak mau ditinggal.
Seperti ceritaku beberapa hari lalu. Alesya memang penyuka keramaian. Sejak usia setelah MPASI terkadang Alesya pergi tanpaku. Ia selalu ceria ketika diajak pergi orang yang memang dekat dengannya walaupun tanpaku. Dulu waktu masih menyusui, kadang ia hanya mulai memanggil, "Ummi.. ummi.." ketika sudah di perjalanan pulang. Ia gelisah karena sudah butuh menyusui.
Akhirnya dengan diberikan pengertian bahwa aku tetap tidak ikut dan dia harus anteng selama perjalanan, ia pun ikut pergi. Ketika sudah di mobil, ia sempat memperhatikanku yang mulai bilang "dadah" padanya, kupikir ia akan berubah pikiran apalagi baru saja kemarin seharian ia kutinggal, ternyata tidak. Ia pun tersenyum lalu balas mengucap dadah dan salam.
Hari ini pertama kalinya ia pergi tanpaku setelah disapih. Aku sempat video call dengannya. Ia terlihat ceria. Hanya saja tidak tidur selama di mobil dan malah minta BAB ketika mau sampai Cipinang. Hehehe ada saja memang tingkahnya.
Dua hari ini mengingatkanku kembali pada nasihat Ibu Elly. Memang benar betapa pentingnya kita melatih kemandirian pada anak. Karena akhirnya kita akan berpisah, walaupun kita masih ada di dunia ini, tidak akan mungkin sepanjang hidup kita ada dan siap sedia membantunya setiap detik. Anak pun akan menjalani hidupnya dengan caranya sendiri. Caranya itulah yang ditentukan dari apa yang sudah kita tanamkan sejak dini.

No comments:
Post a Comment
Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...