Game Level 3 Day 5: Surga Buku di BBW

Kemarin aku mengajak Alesya ke pameran Big Bad Wolf Book (BBW). Sebenarnya memang tidak direncanakan, karena kebetulan ikut suami ada kerjaan di Bandung dan ternyata bertepatan dengan jadwal BBW. Dengan kondisi hamil, Alesya yang sangat aktif, dan tempat yang pastinya sangat ramai, kalau di Tangerang-Jakarta pasti aku akan menunggu sampai suami bisa menemani atau terpaksa titip Alesya ke Mbah nya hehe.

Jadi kemarin aku pun akhirnya pergi berdua dengan Alesya ke BBW. Tantangan untukku sendiri pastinya akan melelahkan, tapi Insya Allah aku bisa kuat karena memang aku sedang membutuhkan buku-buku baru untuk Alesya. Dengan kondisi yang tadi kusebutkan, tantangan utama untukku adalah harus mampu memberi kenyamanan pada Alesya, serta mengarahkannya agar tetap bermain dengan aman selama kami di sana.

Sampai di tempat, aku langsung mengajak Alesya untuk makan siang terlebih dahulu, karena memang sudah waktunya makan siang. Aku memastikan ia cukup kenyang karena food court hanya tersedia di luar gedung. Lalu setelah masuk, aku langsung memilih troli daripada keranjang dorong untuk belanja. Walaupun belanjaanku tidak akan penuh, tapi troli sangat berguna untuk tempat duduk Alesya.

Tantangan bagi Alesya adalah rasa senang dan penasarannya dengan begitu banyak buku yang ada. Sambil memilih buku, aku pun berusaha berkomunikasi dengannya dan menunjukkan buku yang akan kupilihkan atau ia mau, hal itu pun berguna agar ia tetap dalam pengawasanku dan terkendali ketika ia mengambil buku sehingga tidak menjatuhkan atau merusak buku-buku di dekatnya.

Ketika melihat buku yang menarik namun masih disegel plastik, rasa penasarannya muncul. Ia memintaku membuka buku tersebut, aku pun berusaha memberi pengertian bahwa hal itu tidak boleh. Saat aku lengah, ia mengambil buku bersegel dan berusaha membuka dengan gigitannya. Aku pun kembali mengingatkannya, dengan lebih memperjelas bahwa buku tersebut belum kami bayar jadi bukan punya kami dan plastik buku-buku itu kotor sehingga ia tidak boleh mengigitnya.

Hal seperti itu terjadi sepanjang kami di sana. Apalagi antrian kasir pun mengular sepanjang rak-rak buku. Jadi kami melintasi hampir seluruh rak BBW, bukan hanya rak dengan segmen yang kami tuju. Waktu yang kami habiskan pun jadi sangat lama di luar perkiraanku karena antrian tersebut. Akhirnya, aku menyerah dengan membukakan Alesya buku yang memang hendak kami bayar. Namun begitu ia masih penasaran dengan buku-buku lain yang tidak ingin kami beli, sampai ada buku yang ia buka segelnya. Aku pun kembali dan terus memberi pengertian padanya. Lalu aku mulai mengalihkan perhatiannya pada buku lain yang tidak bersegel.

Membutuhkan waktu, tantangan ini akhirnya berhasil ia hadapi. Ketika sudah setengah waktu kami di sana, ia mulai paham bahwa ia tidak bisa membuka buku bersegel jika aku tidak mengijinkan, lalu ia mengulang pernyataanku dengan berkata, "Buku belum bayar".

No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...

Total Pageviews