Game Level 3 Day 6: Melakukan Pertahanan Bukan Balasan

Bermain dengan teman sebaya selalu menjadi tantangan untuk anak. Sepertinya bukan hanya anak sih ya, bagi orang dewasa pun masih selalu menjadi tantangan. Kita harus mampu mengendalikan diri kita sendiri menghadapi berbagai jenis karakter teman kita. Kita juga harus mampu menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita atau jika ada kejutan tak terduga. (Curhat bgt 😆)

Jadi Alesya bermain dengan sepupu jauhnya. Memang mereka jarang bertemu, tapi semakin besar mereka semakin saling mengingat satu sama lain. Sepupunya tersebut memang tipe anak yang "slow to warming up" sangat berbanding terbalik dengan Alesya yang senang keramaian dan bersosial. Meski begitu, biasanya selama ini mereka bermain bersama dengan baik dan jarang berselisih keras.

Kali ini, setelah proses adaptasinya cukup, sepupu Alesya itu menjadi sangat aktif. Mereka pun menjadi sangat heboh bermain bersama. Lari ke sana ke sini, turun naik tangga, tertawa dan bercanda.

Lalu ada hal tidak terduga terjadi. Ketika Alesya sedang ingin memanjat teralis jendela, sepupunya tersebut tidak membolehkan. Aku santai saja melihatnya, karena Alesya pun dulu sering bersikap seperti itu ketika bermain. Lalu sepupunya mulai mendorong-dorong Alesya, Alesya pun jadi berteriak karena tidak suka. Aku memberi pengertian agar mereka memanjat sisi yang berbeda, tapi sepupu Alesya tersebut masih menyuruh Alesya untuk turun dan Alesya bertahan di posisinya. Ibunya, sepupuku, pun ikut melerai dan berkata bahwa ia tidak boleh mendorong-dorong seperti itu. Tapi ia tetap masih melakukannya, bahkan Alesya sempat dipukul di bagian pipi.

Setelah kejadian itu, Alesya hanya diam dan turun dari teralis. Sepupu Alesya dinasehati ibunya. Aku pun memeriksa pipi Alesya tidak kenapa-kenapa. Pikirku Alesya hanya kaget saja, lalu kubilang padanya, "Gak apa-apa kok. Nanti main lagi ya, mainnya sama-sama."

Aku sangat bersyukur melihat sikap Alesya. Dulu biasanya ia yang sering menunjukkan kekuatan seperti itu pada temannya, tapi sekarang ini ia hampir tidak melakukannya lagi. Bahkan dengan kejadian seperti itu, ia hanya melakukan sikap pertahanan, tidak membalas sama sekali. Aku senang ia semakin mampu mengendalikan dirinya. Masya Allah Tabarakallah.

No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...

Total Pageviews