Game kali ini sangat penting sekali buatku, karena menurutku mengenali gaya belajar Alesya sangatlah penting demi mendukung agar kemauan belajarnya tumbuh dengan baik. Meskipun aku sedang mempelajari Montessori, tapi aku sangat terbuka untuk me-mix kan cara mengajar Alesya, tidak harus 100% mengikuti cara directress Montessori seharusnya, karena aku yakin setiap anak adalah unik. Dan yang aku lihat dari Alesya, memang dia masih lebih suka diajarkan sesuatu dengan cara yang 'heboh' dibandingkan dengan cara 'directress' yang cenderung sedikit bicara.
Hari pertama aku memberikannya mainan baru, yaitu lilin. Menurutku mainan ini sangat bermanfaat untuk melatih indera peraba, motorik halus, dan imajinasi. Saat aku memberitahukan cara bagaimana menggunakan lilin tersebut, seperti biasa Alesya tidak sabar untuk mencobanya sendiri sehingga ia menginterupsiku yang sedang mencoba menggiling lilin dan mencetaknya. Ia langsung berusaha menggilingnya sendiri. Saat itu sangat terlihat bahwa ia sangat senang belajar dengan langsung praktek (kinestik). Lalu selama ia sibuk bermain, ia memang selalu 'ngoceh' hehe, dia banyak berbicara sendiri (auditori), kemudia berusaha agar selalu ditemani bermain dengan langsung memintaku untuk melakukan sesuatu dengan mainannya tersebut (kinestik)
Hal yang cukup mengejutkanku adalah tiba-tiba ia menggulung-gulung lilin dengan kedua telapak tangannya, kemudian menunjukkannya padaku dengan mengatakan, "Mi, tiup lilin."
Aku pun tersenyum lalu menimpalinya, "Wah iya, coba tiup.. fuhh"
Bentuk lilin yang ia buat, tumpul di bawah dan runcing di sisi atas. Aku senang sekali karena berarti imajinasinya menjadi terasah, padahal aku tidak memberi tahu nama mainannya ada lilin, tapi karena ia memang sedang tertarik dengan kegiatan meniup lilin, ia membuatnya dan memanipulasi dari mainannya sendiri.
Secara keseluruhan memang gaya belajar yang terlihat dominan adalah kinestik.


No comments:
Post a Comment
Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...