Game Level 2 Day 4: Ceria di Keramaian

Laporan hari ini tidak sesuai dengan target, karena tanpa direncanakan aku dan Alesya menyusul Eyangnya yang sedang di Thamrin City. Sebenarnya ini hal yang sangat aku hindari, apalagi setelah positif hamil, badan rasanya selalu lemas, tidak ada mood sama sekali untuk belanja. Tapi karena beberapa hari ini aku merasa jauh lebih fit, ditambah lagi memikirkan baju-baju Alesya yang semakin menyempit serta keperluan Idul Fitri nanti, ya sudah lah nekat pergi, suami pun kebetulan bisa mengantar. Akhirnya ya bisa ditebak, apa yang ingin dibeli tidak kesampaian karena mengajak Alesya yang membuatku dan yang lain sibuk mengawasi dia.

Alesya tipe anak yang memang suka keramaian dan berani pada orang baru. Alhamdulillah diajak kemana pun dia selalu aktif dan ceria, bahkan energinya selalu penuh sampai dapat julukan fast charging dari Uncle-nya, alias tidur beberapa menit lalu aktif segar kembali berjam-jam.

Tentang kemandirian yang ditunjukkan hari ini, Alesya berhasil Buang Air Kecil di toilet seharian. Biasanya walaupun sudah Toilet Training, kalau ke Mall atau tempat tertentu yang ramai dan sulit ke toilet, aku sering memakaikan Alesya diaper. Tapi kali ini aku mempercayakan Alesya tanpa diaper. Langkah preventif yang kulakukan seharian ini tentu saja mengajak Alesya BAK sebelum dia meminta. Karena kalau kondisinya asyik bermain seperti tadi, dia cenderung menahan BAK karena ingin terus bermain sehingga sering membuatnya BAK duluan sedikit di celana sebelum ke toilet.

Nah seperti yang tadi kukatakan Alesya berani pada orang baru. Sisi positifnya memang dia menjadi selalu ceria di tempat ramai, tapi sisi negatifnya adalah dia terlalu berani mendekati orang bahkan jalan sendiri ke tempat yang menarik untuknya lalu menjauhi aku atau siapapun yang sedang bersamanya. Hal ini lah yang membuatku harus ekstra waspada mengawasinya. Hal ini juga yang sebenarnya tidak bisa ditawar lagi, Alesya tidak bisa diajak belanja hehe.

Satu hal lagi tentang kemandiriannya hari ini. Dia lebih memilih jalan sendiri daripada naik strollernya atau digendong. Hasilnya ya stroller menjadi kereta belanjaan eyang-eyangnya, lagi-lagi inilah yang membuatku harus selalu ekstra waspada mengawasinya.

Memiliki anak seperti Alesya memang hal luar biasa untukku. Banyak kekuatan-kekuatannya yang menurutku melampaui anak-anak seusianya. Kemandirian dengan diiringi rasa eksplorasi tinggi, namun dengan kemampuannya yang masih terbatas, membuatku dan suami harus ekstra melindunginya, namun sebaliknya kami juga tidak boleh banyak membatasi.

Idealnya memang kita sebagai orang tua menghindarkan anak dari tempat keramaian yang tidak nyaman dan berbahaya baginya. Tapi memang hal yang ideal tidak selalu bisa diwujudkan. Bismillah, Insya Allah semoga yang kami lakukan lebih banyak sisi baiknya untuk Alesya.



No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...

Total Pageviews