Game Level 3 Day 2: Bermain di Playground

Masih dalam rangka meningkatkan kecerdasan menghadapi tantangan. Kali ini aku masih membiarkan Alesya untuk mendapat tantangan secara alami, maksudnya memang aku belum mengatur tantangan-tantangan yang perlu dihadapi Alesya. Sebab dalam kegiatan sehari-hari memang seringkali ia menemukan hal-hal yang menantang baginya.

Hari ini Alesya main ke kantor keluharan tempat Mbah Kakungnya bekerja. Sengaja memang diajak ke sana, karena sekarang di kantor kelurahan ada playground yang disediakan untuk anak-anak dengan permainan yang cukup beragam. Walaupun tidak ada urusan yang ingin dikerjakan, tapi karena Mbah Kakung bekerja di sana, jadilah Alesya bisa main sebentar ke sana.

Awalnya Alesya bermain sendiri dengan asyik, mencoba berbagai mainan yang ada. Seperti biasa gerakannya lincah, tidak takut naik apapun sendirian. Sampai akhirnya ada seorang anak laki-laki yang lebih besar darinya datang. Tentu saja ia pun tertarik mencoba semua permainan yang ada.

Aku mengamati saja mereka berdua. Aku ingin tahu bagaimana sikap Alesya. Ini adalah tantangan baginya dan aku ingin memberi kesempatan untuk dia menghadapi tantangannya sendiri sebelum menginterupsi. Memang selama ini Alesya sering bersikap dominan ketika bertemu teman yang tidak terlalu jauh usianya, tapi kali ini aku ingin tahu apakah masih tetap begitu atau ada perubahan.

Ketika si anak laki-laki itu ingin menaiki perosotan yang sedang Alesya naiki, ia pun bersikap seolah tidak membolehkan. Aku masih mengamati, kulihat Alesya tidak menggunakan sikap yang kurang baik. Si anak laki-laki itu pun bersikap segan, ia tidak jadi naik ke perosotan dan bergegas ke mainan lain. Lalu aku menghampiri Alesya.

"Alesya, mainnya sama-sama ya. Ini kan bukan punya Alesya, jadi harus gantian ya."

"Iya", jawabnya.

Sewajarnya anak kecil dengan egosentrisnya, tentu saja ia ingin menguasai apa yang sedang ia mainkan. Tapi karena ini bukan kepunyaannya, aku harus mengarahkan agar ia mau bergantian karena memang sudah seharusnya begitu.

Lalu Alesya dan anak laki-laki itu pun bermain bersama.

Kali ini Alesya mampu menguasai dirinya dengan baik, dia paham dia tidak bisa menguasai semua mainan sendiri.

No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...

Total Pageviews