Memperbaiki Komunikasi

Komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Sebanyak apapun tantangan yang datang, ketika komunikasi sudah terjalin dengan baik maka kita akan lebih mudah menghadapi dan melewatinya. Sebab bagi saya pribadi komunikasi yang baik adalah kunci dari hubungan yang harmonis, komponen inti dari terpeliharanya kepercayaan, dan faktor paling menguatkan ketika ada tantangan. Maka dari itu menjaga agar komunikasi tetap baik bukanlah perkara yang mudah, sebab seringkali kita mengabaikan kaidah komunikasi produktif.

Seperti pada keadaan saya saat ini yang sedang hamil muda dan memiliki seorang toddler yang sangat aktif. Serta suami pun yang sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya, bahkan sampai kurang istirahat. Kami berdua jadi kekurangan waktu untuk berkomunikasi secara intensif dan berkualitas. 
Banyak hal yang saya ingin ceritakan dan diskusikan dengan suami, namun tak kunjung terlaksana. 

Terkadang pun emosi kami yang sama-sama sedang tidak stabil membuat komunikasi yang kami lakukan menjadi tidak produktif. Karena itu, di hari pertama tantangan ini hal yang perlu sekali saya bicarakan adalah kondisi komunikasi kami yang kurang lancar.

Pertama saya mencoba berbicara di hari Minggu malam. Kondisinya kami baru pulang dari rumah nenek setelah seharian ada acara keluarga dan anak kami, Alesya, sudah tertidur pulas. Tapi ternyata suami pun sudah sangat lelah sehingga saya pikir itu bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal yang menurut saya adalah tantangan.

Kemudian di pagi hari pun, kami dan Alesya bangun bersamaan. Sehingga  lagi-lagi saya tidak bisa berbicara serius dengan suami.

Karena suami saya biasanya pulang lebih dari jam 12 malam dan belum tentu saya akan bisa mengobrol dengannya, akhirnya saya putuskan untuk chat dengannya di sela jam kantor. Karena memang kendala waktu kebersamaan yang kurang di hari kerja, saya dan suami terpaksa banyak berkomunikasi hal yang serius melalui chat dan telepon. Kebetulan suami pun sedang agak santai, maka saya langsung mengutarakan pesan saya dengan singkat dan jelas.

Saya to the poin mengatakan bahwa kondisi komunikasi kami saat ini menjadi kurang produktif dan banyak hambatan sehingga intensitasnya pun berkurang. Suami mengklarifikasi dengan pertanyaan, "Komunikasi terkait apa?" Kemudian saya menjelaskan hal-hal yang menjadi contoh dan mewakili kondisinya secara keseluruhan.

Di akhir pembicaraan, suami bilang bahwa ia mengerti yang saya sampaikan dan akan berusaha juga untuk memperbaiki hubungan komunikasi kami.

Kami sadar bahwa kondisi kami saat ini memang menjadi tantangan besar untuk memelihara komunikasi yang baik. Tapi bagaimanapun akan selalu ada jalan jika mau berusaha bersama-sama.

No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...

Total Pageviews