Hari ini baru bisa menerapkan komunikasi produktif menuju jam 12 malam. Ya, karena suami saja baru pulang jam 11 malam. Ini lebih cepat dari biasanya sih sebenarnya.
Sangat terasa sekali penerapan komunikasi produktif dengan pasangan jauh lebih menantang dibandingkan dengan anak. Lagi-lagi background yang berbeda salah satu penyebabnya, disusul sebagai perempuan yang punya sisi karakter dominasi tinggi dan sensitifitas yang lumayan besar, aku sadari ini sangat bertabrakan dengan kodrat suami sebagai pemimpin dan tidak ingin merasa lebih rendah dibandingkan istri. Tapi ya terkadang memang masih sulit menekan karakter yang sudah tersemat ini. Alhamdulillahnya masih sama-sama bisa meredakan ketika salah satu sedang keras. Semoga aku sendiri bisa lebih baik lagi.
Balik lagi ke komunikasi produktif yang aku lakukan. Karena keadaanku yang sedang payah hari ini serta Alesya yang aktifnya tidak terkondisikan. Ada beberapa perkerjaan rumah yang terbengkalai. Beberapa hari kemarin suami bisa mengerti bahkan membantu merapihkan, tapi hari ini ia sedang lumayan lelah dan merasa terganggu karena harus melanjutkan pekerjaan setelah sampai di rumah. Dan kebetulan tidak seperti biasanya, ia ingin bekerja di kamar.
"Ini nggak tersentuh sama sekali kayaknya ya."
Aku agak panas menerima kritikan yang to the poin seperti itu. Berharap ia mengerti kondisiku hehe. Tapi kucoba untuk merespon dengan tenang.
"Iya ini kamar belum diberesin. Seharian udah bolak balik nyapu luar juga."
Suami tidak merespon sambil fokus dengan laptopnya.
"Besok order Go-Clean aja ya bi. Sekalian kan sabtu mau ada yang ke rumah biar dirapihin semua." Lanjutku to the point dan clear tanpa kode-kode.
"Loh bukannya hari minggu?" Jawabnya menoleh.
"Eh emang tanggal 7 itu hari apa?" Balikku malah bertanya.
"Hari minggu Yang."
Aku langsung melihat kalender di handphone dan menyadari otakku yang sedang ikutan payah seperti badanku haha.
"Oh iya ya hehe. Lupa aku." Jawabku cengengesan.
"Yauda tolong ambilin charger laptop di kamar sebelah." Alihnya.
Seperti biasa, suami kadang suka tidak menuntaskan pembahasam dan ada saja hal lain yang mengalihkan. Tapi memang dalam hal ini, ia selalu setuju saja aku mencari bantuan untuk merapihkan rumah. Bahkan sejak dulu ia menawarkan ART yang bekerja beberapa jam setiap harinya, tapi aku yang terus menolak karena masih merasa mampu dan tidak ingin boros pengeluaran.
Memang masih banyak sekali hal yang perlu diperbaiki dari cara berkomunikasi kami. Beberapa kali kami pun sudah membahas, tapi memang masih harus sama-sama belajar dan berusaha.
No comments:
Post a Comment
Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...